Miskin, Miskin Saja, tetapi Jangan Bangkrut Pahala.

  • Bagikan
Miskin, Miskin Saja, tetapi Jangan Bangkrut Pahala.
Miskin, Miskin Saja, tetapi Jangan Bangkrut Pahala.

Oleh: Aqib Muhammad Kh

Betapa kemiskinan adalah sesuatu yang meresahkan hati manusia. Miskin dapat dengan kalamhin bilbashar (sekejapan mata) mengubah, mendistorsi, orientasi manusia dari keyakinan atas ikhtiar (usaha) yang full power menjadi tidak bersinergi sama sekali.

Miskin agaknya adalah sebuah keadaan yang ditakuti manusia. Di sisi lain, miskin dapat memotivasi manusia untuk determinasi pada orientasinya. Miskin dapat mengubah orang yang percaya Tuhan menjadi percaya pada usahanya sendiri. Orientasi Tuhan sama sekali tidak digugu dan di muhasabahi (disadari). Intervensi Tuhan pada kesuksesan yang diraih tidak ada sama sekali. Kegigihan dan keuletannya bekerjalah yang dirasa mengubah nasibnya. Logika, logika, dan logika yang dikedepankan dan dinomorsatukan.

Tentang banyaknya orang yang takut miskin, sengsara, dan rekoyo urip susah (pedihnya hidup susah), kenapa justru Kanjeng Nabi Muhammad berdoa: اللهم احيني مسكينا، وامتني مسكينا، واخشرني في زمرة المساكين. (Ya Allah, hidupkanlah aku dalam kemiskinan. Matikan aku dalam keadaan miskin, dan kumpulkanlah aku bersama kelompok miskin). Ya Allah, betapa kekasih-Mu yang telah Engkau hamparkan padanya segunung emas itu malah memilih hidup miskin dengan keadaan hati benar-benar sumeleh (lapang dada) dan neriman (apa adanya). Apa konsep miskin yang sebenarnya, ya Allah? Bila miskin yang kita fahami sebagai kesengsaraan, kesusahan, kesengsaraan ini salah, ilhamkanlah kepada hati kami untuk mengetahui esensi ‘miskin’. Selaras dengan itu, sependek yang saya baca, Nabi pernah bersabda: ليس الغني عن كثرة العرض، ولكن الغني غني النفس. (Kaya bukan (diukur dari) banyaknya harta benda, melainkan hati yang (telah selalu merasakan) kaya).

Kaya bukan diukur dari banyaknya harta benda, melainkan hati yang telah selalu merasakan kaya

Dari konsep itu, saya tidak punya nyali untuk berdoa seperti yang Kanjeng Nabi pinta dalam doa. Hati saya masihlah materialistik, uangistik, dirmamistik, mobilistik, dan tik-tik lainnya terkait apapun yang dapat memantaskan saya di pandangan manusia. Bukan hanya tidak kuat pada konsep kaya hati seperti dawuh Nabi, lebih dari itu, andaikan segunung emas itu ditawarkan pada saya, pastilah kegirangan saya menerima. Siapa kapasitas hati manusia yang dapat sepadan dengan Nabi? فإن فضل رسول الله ليس له حد # فيعرب عنه ناطق بفم. (Sungguh, keutamaan Kanjeng Nabi tidak bisa dibatasi oleh apapun yang diucap dengan mulut (manusia)).

Menyoal doa Nabi tentang miskin, saya teringat pada sebuah cerita yang disampaikan oleh KH. Jamaluddin Ahmad ketika ngaji syarah Al-Hikam. Singkatnya, salah satu keistimewaan umat Rasulullah adalah tidak diberikan kekayaan seperti umat-umat nabi sebelumnya. Allah tidak ingin umat Rasulullah dihisab dan diperhitungkan amalnya terlalu lama karena kebanyakan pertanyaan; “Fulan, ke mana kau perjalankan mobilmu?”, “Fulan, dari seratus rumahmu, berapakah yang kau darmabaktikan untuk kemaslahatan umat?” Ruwet nanti kalau seperti itu. Mengutip dawuh Mbah Jamal: “Sekaya apapun umat Rasulullah, tidak akan melebihi kayanya umat-umat dahulu. Katakan, misalnya, Nabi Hud, Nabi Sulaiman, dll.”

Dari yang telah dijelaskan di atas, aksentuasi saya sebenarnya singkat. Saya hanya hendak mengutip salah satu hadits Nabi Muhammad Saw:

أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لاَ دِرْهَمَ لَهُ وَلاَ مَتَاعَ، فَقَالَ إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاَةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ. (رواه مسلم)

“’Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu? Para sahabat menjawab, ‘Orang yang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak punya dirham dan tidak punya harta.’ Kanjeng Nabi bersabda, ‘Orang yang bankrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan (pahala) melaksanakan sholat, menjalankan puasa dan menunaikan zakat, namun dia juga datang (membawa dosa) dengan mencela si ini, menuduh si ini, memakan harta ini dan menumpahkan darah si ini serta memukul si ini. Maka orang-orang tersebut akan diberi kebaikan-kebaikannya. Dan jika kebaikannya telah habis sebelum ia menunaikan kewajibannya, diambillah keburukan dosa-dosa mereka, lalu dicampakkan padanya dan ia dilemparkan ke dalam neraka.” (HR Muslim)

Miskin agaknya adalah sebuah keadaan yang ditakuti manusia.
Miskin agaknya adalah sebuah keadaan yang ditakuti manusia.

Lebih dari miskin harta, Allah, saya jauh lebih takut miskin yang seperti Nabi dawuhkan. اللهم طهر قلوبما من كل وصف يباعدنا عن مشاهدتك ومحبتك.

(Ya Tuhan, bersihkanlah hati kami dari semua sifat yang dapat menghalangi kami untuk menyaksikan (makrifat) dan mencintai-Mu).

 

 

Baitul Kilmah, 1 Juli 2022

1 Dzulhijjah 1444.

 

  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *